BKPM: Investasi Langsung (FDI) Penting, Belajar dari Dampak Virus Corona

0

Penyebaran virus corona yang melanda Indonesia, memberikan kesempatan untuk mempelajari sekaligus menyiapkan diri menghadapi hal-hal sulit seperti ini di masa depan. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga mengambil pelajaran dari kasus ini dan mengingatkan pentingnya investasi langsung atau Foreign Direct Investment (FDI).

Rizal Calvary Marimbo, Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi BKPM, menyatakan  dengan FDI, jika ada sentimen negatif semacam dampak virus Corona ini, lebih aman karena dana asing yang masuk ke Indonesia lebih bersifat jangka panjang. Tidak mudah terjadi arus modal keluar atau capital outflow.

Investasi yang bersifat langsung (FDI) jika masuk maka dana asing tersebut segera terbelanjakan menjadi berbagai asset, sehingga tidak bisa dipindahkan atau tidak mungkin diboyong ke luar negeri secepatnya. Misalnya berupa lahan, pabrik, bangunan, infrastruktur, dan mesin-mesin.

Dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, FDI tidak terlalu cepat terpengaruh ketika ada masalah seperti Corona ini.”Ada modal, orang (tenaga kerja), teknologi, keahlian, dan barang. Ketika capital (modal) masuk dia belanjakan, maka dapat menggerakkan ekonomi. Dia konversi modal menjadi barang atau aset yang tak mudah likuid, karena tidak mudah likuid, maka tidak mudah juga dikirim balik ke negara asalnya atau tak mudah dipindah-pindahkan ke instrumen investasi lain,” ungkap Rizal.

Sebaliknya jika tidak bersifat FDI, ketika Corona merebak, seluruh bursa saham Asia, termasuk indeks future di Wall Stree dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), langsung terkoreksi mendalam.

Bank Indonesia mencatat aliran modal asing yang keluar akibat Corona alias nett outflow dari Indonesia sejak Januari 2020 hingga minggu kedua Maret, mencapai Rp 40,16 triliun.  Derasnya outflow terjadi terutama pada Februari dan Maret 2020. Pada Februari saja, terjadi outflow sebesar Rp 28,9 triliun dari Surat Berharga Negara (SBN). Kemudian aliran modal asing telah keluar sebesar Rp 18 triliun dari SBN pada Maret 2020.

Share.

Comments are closed.