Presiden Jokowi Putuskan Kewenangan Perizinan Dikembalikan Penuh ke BKPM

0

(Lepmida – Nasional) Sebagaimana diketahui, pada pelantikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Presiden Joko Widodo memberikan tugas khusus kepada Kepala BKPM untuk meningkatkan peringkat kemudahan berusaha (Easy of Doing Business/EODB).

Dan target yang diberikan cukup besar, Bahlil diminta menaikkan peringkat Indonesia memasuki 50 besar peringkat EODB dunia, yakni dari peringkat 73 menuju 50.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Percepatan Kemudahan Berusaha atau Ease of Doing Business, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/11) siang, mengemukakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan untuk kewenangan perizinan sepenuhnya dikembalikan kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yakni hal yang berkaitan dengan kemudahan berusaha.

Dengan kewenangan sepenuhnya diberikan kepada Kepala BKPM, maka menurut Seskab, BKPM diminta untuk menargetkan peringkat EODB di tahun 2021 ada pada ranking 50, dan kemudian mengarah kepada 40.

Presiden telah menginstruksikan kepada seluruh menteri, sampai dengan akhir bulan Desember 2019 sekurang-kurangnya mencabut 40 Permen (Peraturan Menteri) yang dianggap menghambat hal yang berkaitan dengan investasi dan kemudahan berusaha. Termasuk diantaranya perizinan-perizinan yang tersebar di beberapa kementerian.

Sebagai contoh, Menteri Kelautan dan Perikanan telah menyampaikan perizinan yang berkaitan dengan kapal yang ada di beberapa kementerian. Atas hal ini, Presiden telah menginstruksikan dipusatkan di satu kementerian, dan nanti akan diatur bagaimana regulasinya, sehingga tidak lagi harus pergi ke Kementerian Kelautan dan Perikanan, lalu ke Kementerian Perhubungan, dan kementerian yang lain.

“Dibuatkan di satu pintu, karena memang dalam kondisi dunia yang seperti ini. Tidak mungkin kita bergerak maju kalau kemudian hambatan di dalam internal pemerintahan ini masih ada,” pungkas Seskab Pramono Anung.

Share.

Comments are closed.