Biji Pinang Asal Jambi Diekspor 320 Ribu Ton

0

Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) di Jambi melepas ekspor sebanyak 320.260 ton biji pinang asal Jambi,  dengan nilai Rp9,1 miliar. Biji pinang yang sudah disertifikasi ini diterbangkan ke Thailand dan India.

Tindakan karantina dilakukan terhadap komoditas ini sehingga dapat memenuhi persyaratan sanitary dan phytosanitary (SPS) atau persyaratan kesehatan karantina dari negara mitra dagang, yaitu bebas hama dan penyakit target. Biji pinang ini biasanya digunakan sebagai bahan baku masakan, kosmetik, permen dan obat-obatan.

“Kementerian Pertanian berkomitmen meningkatkan ekspor berbagai komoditas pertanian, tujuannya agar para petani dan pelaku usaha bisa mendapat nilai tambah yang proporsional, selain menjadi masukan devisa bagi negara,” kata Ali Jamil, Kabarantan saat melepas ekspor komoditas pertanian di Pelabuhan Talang Duku, Jambi.

Ali Jamin menambahkan petugas karantina melakukan pemeriksaan dokumen dan fisik, memastikan komoditas pertanian tersebut bebas hama dan penyakit. “Jika ditemukan adanya investasi hama, maka dilakukan tindakan karantina seperti fumigatasi atau tindakan karantina lainnya guna mengeliminasi hama tersebut. Hal ini agar tidak terjadi penolakan saat tiba di negara tujuan,” ujarnya.

Berdasaskan catatan, biji pinang menyumbang 16.7% dari total ekspor komoditas pertanian asal Jambi di tahun 2018, berada di posisi kedua terbesar dibawah komoditas karet yang menyumbang 60%. Selain biji pinang, pada acara tersebut juga diekspor cangkang sawit sebanyak 3.700 ton senilai Rp. 5,6 miliar dengan tujuan Thailand dan kelapa bulat sebanyak 27 ton senilai Rp. 378 juta dengan tujuan Pakistan.

Lalu lintas ekspor komoditas pertanian asal Jambi di tahun 2018 mencapai total nilai sebesar Rp. 3,95 triliun. Dengan komoditas unggulan diantaranya cangkang sawit, biji pinang, karet lempengan, crude coconut oil (CCO) atau minyak kelapa dan kayu olahan. Dan 5 negara tujuan ekspor terbesar adalah Jepang, Thailand, Korea Selatan, India dan Malaysia tambah Bambang.

Jamil menyampaikan pesan agar petani dan eksportir mendapatkan keuntungan sesuai harapan, langkah yang perlu dilakukan diantaranya dengan memperhatikan waktu panen dan cara penanganan pasca panen yang tepat, sistem sortasi yang efektif, serta efisiensi waktu dan biaya penanganan sampai komoditas siap diekspor. Ia juga menekankan agar ekspor pertanian tersebut dapat ditingkatkan, baik volumenya maupun tujuan negara mitra dagang yang baru. “Caranya dengan meningkatkan daya saing ekspor kita dibandingkan dengan sesama negara produsen lainnya,” jelasnya.

Bagi masyaralat terutama para milenial di Jambi yang ingin menjadi eksportir pertanian, Kementan lewat program Agro Gemilang (Ayo Gerakkan Ekspor Produk Pertanian oleh Generasi Milenial Bangsa) membuka pelatihan berbagai komoditas pertanian guna memenuhi standar sanitary dan phytosanitary negara tujuan.

Share.

Comments are closed.