Laporan Warga : Informasi Smart City

0

Membuat aplikasi untuk menampung laporan warga adalah gagasan yang ditemukan oleh team pengembangan smart city Pontianak. Dalam pembicaraan singkat dengan pengagas ide ini, laporan warga dijadikan data yang ingin diperoleh oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tentang kualitas pelayanan pemerintah. Gagasan ini akan resmi dijalankan pada awal tahun ini. Sederhana saja idenya dan mudah diimplementasikan oleh daerah lain, kabupaten, kota hingga provinsi. Aplikasi akan digunakan oleh warga dan terhubung langsung dengan team pemantau pemerintah kota untuk ditindaklanjuti. Laporan warga masyarakat adalah feedback yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan komunikasi di sebuah daerah. Sebagai contoh DKI Jakarta melalui aplikasi Clue yang cukup efektif memanfaatkan laporan warga ini untuk pelayanan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada masyarakat. Melalui Clue kondisi jalanan, saluran air, sungai, sampah dan informasi lainnya dapat diketahui. Clue juga membuat pengukuran kinerja pegawai DKI Jakarta, kinerja kelurahan, kecamatan hingga walikota dapat dilakukan dengan sangat cepat.

Laporan warga tentunya membutuhkan verifikasi si pelapor sendiri sebagai penduduk asli sebuah daerah. Selain data keaslian data pelapor, verifikasi juga perlu dilakukan bahwa informasi yang disampaikan akurat. Saya belum tahu detil dari aplikasi yang digunakan di Pemkot Pontianak ini, namun verifikasi pelapor didapatkan dari koneksi aplikasi dengan data pemkot yang menyimpan data warga dari hasil e-KTP. Setiap pelapor perlu mengisi terlebih dahulu data-data yang terkait dengan KTP sebelum mereka menggunakannya. Laporan akan dapat dilakukan apabila warga sudah terdaftar pada data pemerintah kota.

Salah satu keunikan dari aplikasi yang akan digunakan di Pontianak ini adalah adanya penggunaan panic button. Tombol ini digunakan saat warga kota mengalami situasi yang genting sehingga memerlukan pelayanan segera. Seperti apa yang dimaksud kondisi genting itu tergantung pada masalah yang dihadapi. Tombol ini digunakan khususnya bagi warga masyarakat yang membutuhkan layanan dari pihak kepolisian.

Pihak-pihak diluar pemerintah kota ingin memanfaatkan aplikasi ini sebagai fungsi monitoring, bagaimana laporan warga tentang layanan instansinya. Bank Indonesia Pontianak ikutan mau nimbrung dalam penggunaannya, Kepolisian Pontianak sekarang menjadi pengguna layanan yang berharap menjadi salah satu saluran penghubung dengan warga, dari beberapa saluran yang mereka miliki. Pemanfaatan data laporan warga ini tentulah dapat berguna buat bagian apa saja di pemerintahan atau swasta, sepanjang memiliki keterkatian dengan jasa layanan masyarakat.

Patut dipuji bahwa aplikasi ini dikembangkan oleh putra daerah Pontianak sendiri, yang kemudian diberikan dengan cuma-cuma kepada pemerintah kota dan dapat digunakan secara terintegrasi dengan data-data lain. Kita nantikan peluncurannya pada tanggal 26 Februari ini, rencananya sesudah peluncuran aplikasi ini akan tersedia di play store android. Tentunya masih memerlukan pengujian apakah aplikasi ini memang bisa berjalan sesuai dengan harapan, namun paling tidak aplikasi ini terobosan yang besar untuk membangun Smart City Pontianak, kita nantikan!

 

 

 

Penulis Fadjar Ari Dewanto adalah Executive Director Lepmida (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah)

Share.

Comments are closed.